• Mon, Feb 2026

Cara Menghitung Pajak Penghasilan yang Mudah dan Efektif

Cara Menghitung Pajak Penghasilan yang Mudah dan Efektif

Pelajari cara menghitung pajak penghasilan dengan langkah-langkah sederhana dan jelas. Temukan tips dan informasi terkini di sini.

Pendahuluan

Pajak penghasilan (PPh) adalah jenis pajak yang dikenakan atas penghasilan yang diterima oleh individu atau badan. Di Indonesia, pajak ini diatur dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan yang mengalami beberapa perubahan seiring dengan perkembangan ekonomi dan kebijakan fiskal. Menghitung pajak penghasilan tidaklah serumit yang dibayangkan, terutama jika Anda memahami langkah-langkah dan komponen yang terlibat. Artikel ini akan membahas cara menghitung pajak penghasilan secara rinci dan mudah dipahami.

Jenis Pajak Penghasilan di Indonesia

Sebelum kita masuk ke cara menghitung pajak penghasilan, penting untuk memahami jenis-jenis pajak penghasilan yang ada di Indonesia, yaitu:

  • PPh 21: Pajak yang dikenakan atas penghasilan yang diterima oleh karyawan atau pekerja.
  • PPh 22: Pajak yang dikenakan atas transaksi tertentu, seperti ekspor dan impor.
  • PPh 23: Pajak yang dikenakan atas penghasilan yang diterima oleh orang pribadi atau badan dari dividen, bunga, dan royalti.
  • PPh 25: Angsuran pajak yang dibayarkan setiap bulan berdasarkan estimasi penghasilan.
  • PPh 26: Pajak yang dikenakan atas penghasilan yang diterima oleh Wajib Pajak luar negeri.

Langkah-langkah Menghitung Pajak Penghasilan

Berikut adalah langkah-langkah yang perlu Anda lakukan untuk menghitung pajak penghasilan:

1. Menentukan Penghasilan Kena Pajak (PKP)

Penghasilan Kena Pajak (PKP) adalah jumlah penghasilan yang akan dikenakan pajak setelah dikurangi dengan biaya-biaya yang diperbolehkan dan penghasilan tidak kena pajak (PTKP). Untuk menghitung PKP, ikuti langkah-langkah berikut:

  • Hitung total penghasilan bruto Anda dari semua sumber, seperti gaji, honorarium, dan penghasilan lainnya.
  • Kurangi dengan biaya yang diperbolehkan sesuai dengan ketentuan perpajakan.
  • Kurangi dengan PTKP yang berlaku. Besaran PTKP untuk tahun 2026 adalah sebagai berikut:
    • Wajib Pajak Pribadi: Rp 54.000.000
    • Tambahan untuk istri yang tidak bekerja: Rp 54.000.000
    • Tambahan untuk setiap anak (maksimal 3 anak): Rp 4.500.000 per anak

2. Menerapkan Tarif Pajak

Setelah Anda mendapatkan PKP, langkah selanjutnya adalah menerapkan tarif pajak yang sesuai. Tarif pajak penghasilan di Indonesia bersifat progresif, yaitu:

  • 0% untuk PKP sampai dengan Rp 60.000.000
  • 5% untuk PKP Rp 60.000.001 sampai Rp 250.000.000
  • 15% untuk PKP Rp 250.000.001 sampai Rp 500.000.000
  • 25% untuk PKP Rp 500.000.001 sampai Rp 5.000.000.000
  • 30% untuk PKP di atas Rp 5.000.000.000

Contoh: Jika PKP Anda adalah Rp 300.000.000, maka perhitungannya adalah sebagai berikut:

  • 0% x Rp 60.000.000 = Rp 0
  • 5% x (Rp 250.000.000 - Rp 60.000.000) = Rp 9.500.000
  • 15% x (Rp 300.000.000 - Rp 250.000.000) = Rp 7.500.000
  • Total pajak terutang = Rp 0 + Rp 9.500.000 + Rp 7.500.000 = Rp 17.000.000

3. Menghitung Pajak yang Harus Dibayar

Setelah menghitung pajak terutang, Anda perlu mengurangi pajak yang telah dibayar atau dipotong oleh pihak ketiga, seperti PPh 21 yang dipotong oleh perusahaan tempat Anda bekerja. Jika Anda telah membayar pajak lebih dari yang seharusnya, Anda berhak untuk mendapatkan pengembalian pajak.

Tips Mengelola Pajak Penghasilan

Agar pengelolaan pajak penghasilan lebih efisien, berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan:

  • Simak dan pahami regulasi perpajakan yang berlaku untuk menghindari kesalahan dalam penghitungan.
  • Gunakan software akuntansi untuk membantu menghitung pajak secara otomatis dan mengurangi kemungkinan kesalahan.
  • Catat semua pengeluaran yang dapat dikurangkan dari pajak untuk meminimalkan PKP Anda.
  • Selalu konsultasikan dengan konsultan pajak jika Anda mengalami kesulitan dalam menghitung pajak penghasilan.

Kesimpulan

Menghitung pajak penghasilan tidak perlu menjadi hal yang menakutkan. Dengan memahami langkah-langkah yang tepat dan mengetahui komponen yang harus diperhitungkan, Anda dapat menghitung pajak penghasilan secara akurat dan efisien. Selalu perhatikan regulasi dan perubahan yang terjadi, sehingga Anda dapat mematuhi kewajiban perpajakan dengan baik. Dengan cara ini, Anda tidak hanya terhindar dari masalah hukum, tetapi juga dapat mengelola keuangan pribadi Anda dengan lebih baik.